Apakah Pekerjaan Rumah Baik untuk Anak?

Memberikan Pekerjaan Rumah kepada anak-anak masih menjadi perdebatan antara guru atau praktisi pendidikan. Sebagian orang berpendapat bahwa Pekerjaan Rumah adalah kegiatan positif untuk anak-anak di rumah. Sebagian lagi memberikan pendapat bahwa Pekerjaan Rumah layak diberikan untuk anak-anak. Di rumah, anak-anak tidak seharusnya mengulang kembali pelajaran yang diberikan oleh guru mereka.

Lalu bagaimana sikap saya sebagai seorang guru?

Sebagai seorang pendidik, saya tetap memberikan Pekerjaan Rumah kepada murid-murid saya. Ada beberapa alasan kenapa saya harus memberikan Pekerjaan Rumah kepada mereka.

Tugas yang Tak Selesai 

pekerjaan rumah, PR, anak-anak
Seorang anak sedang mengerjakan Pekerjaan Rumah. Sumber wikimedia.
Di dalam kelas, saya mengajar pelajaran yang saya ajarkan selama 120 menit/minggu. Setiap topik yang saya ajarkan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Antara satu topik dengan topik lainnya juga memiliki durasi waktu yang berbeda. Nah, ketika tugas anak-anak tidak dapat diselesaikan di dalam kelas dengan waktu yang telah saya tentukan, maka saya merasa harus memberikan Pekerjaan Rumah kepada mereka. 

Perlu Anda ketahui juga bahwa tingkat kecerdasan anak-anak juga tidak sama. Jadi, anak-anak yang telah menyelesaikan tugas mereka, saya mengizinkan mereka untuk mengumpulkan tugas tersebut kepada saya. Sedangkan anak-anak yang belum menyelesaikan tugas mereka, mereka boleh menyelesaikan tugas tersebut di rumah masing-masing. Inilah Pekerjaan Rumah yang saya maksud.

Belajar Manajemen Waktu

Bermain memang dibutuhkan oleh anak-anak. Tapi, apakah waktu luang mereka juga dihabiskan untuk bermain-main? Katakanlah anak-anak akan menghabiskan waktu mereka di sekolah selama 6 atau 7 di sekolah. Anak-anak memiliki waktu luang mereka pada sore dan malam hari. Nah, anak-anak bisa memanfaatkan waktu mereka di malam hari untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah mereka atau mengulang kembali pelajaran-pelajaran mereka.

Dengan mengerjakan Pekerjaan Rumah, anak-anak akan merasa memiliki tanggung jawab terhadap kewajiban mereka di sekolah. Anak-anak juga bisa belajar memanajemen waktu mereka. Di malam hari, hindari anak-anak untuk menonton televisi. Berikan waktu untuk anak-anak, minimal satu jam, untuk mengerjakan Pekerjaan Rumah mereka. Waktu adalah masalah krusial yang sering dihadapi oleh manusia. Maka, membiasakan anak-anak untuk memanajemen waktu mereka akan memberikan dampak luar biasa terhadap masa depan mereka.

Terjalin Hubungan Emosional Antara Anak dan Orang Tua

Di era modern, orang tua memiliki kesibukan yang luar biasa. Kesibukan ini terjadi karena pekerjaan-pekerjaan mereka, aktivitas sosial mereka, atau aktivitas lainnya. Kadang-kadang orang tua tidak memiliki waktu untuk bersama dengan anak-anak mereka. Saya sebagai orang tua juga mengalami hal yang sama. 
Akibatnya hubungan emosional antara orang tua dan anak menjadi renggang. Jadi, dengan memberikan Pekerjaan Rumah kepada anak-anak, anak-anak tentu akan bertanya kepada orang tua mereka tentang materi pelajaran tersebut. Orang tua dan anak-anak dapat bersama-sama mencari solusi untuk menyelesaikan Pekerjaan Rumah anak-anak. Mungkin, di sinilah salah satu pro dan kontra terhadap Pekerjaan Rumah. Saya hanya melihat sisi positif saja; terjalinnya hubungan emosional yang lebih era antara orang tua dan anak-anak.

Apakah Pekerjaan Rumah Dapat Meningkatkan Prestasi?

Tidak! Bagi saya, Pekerjaan Rumah hanyalah sarana untuk melatih sikap disiplin anak-anak. Biasakan anak-anak untuk belajar bertanggung jawab. Berikanlah Pekerjaan Rumah yang dapat dipahami oleh anak-anak. Jangan membebankan Pekerjaan Rumah terlalu sering kepada mereka.
Pekerjaan Rumah tidak ada hubungannya dengan prestasi anak-anak. Tapi, ketika anak-anak mampu menyelesaikan Pekerjaan Rumah mereka, tentu ini akan berdampak terhadap prestasi akademik anak-anak. Guru akan merasa senang ketika anak-anak dapat menyelesaikan Pekerjaan Rumah mereka. Saya juga akan merasa senang.
Dari pemaparan singkat di atas, saya dapat menyimpulkan bahwa Pekerjaan Rumah sangat baik untuk diberikan kepada anak-anak. Namun, janganlah kita memberikan Pekerjaan Rumah terlalu banyak kepada mereka. Berikanlah Pekerjaan Rumah yang mampu mereka selesaikan dengan baik dan tepat waktu. []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *