Harga Rokok 2020 Naik, Bagimana Nasib Perokok?

Harga rokok 2020 naik
Harga rokok di tahun 2020 naik 35% (image pxhere)

Mengawali tahun 2020, para perokok dibuat “jantungan” oleh keputusan pemerintah yang menaikkan cukai rokok. Hal ini membuat harga rokok ikut naik sebesar 35 persen. Kenaikan ini terhitung mulai tanggal 1 Januari 2020.

Naiknya harga rokok tidak terlepas dari naiknya tarif cukai hasil tembakau sebesar 21 persen. Ada niat baik pemerintah untuk menaikkan cukai tembakau yang didasari pada data prevalensi perokok secara global di mana terjadi peningkatan sebesar 1%, yaitu dari 32,8% menjadi 33,8%. Tidak hanya itu, perokok aktif usia anak-anak dan remaja juga meningkat tajam dari 7,2% menjadi 9,1%. Bagaimana dengan perokok wanita? Kelompok ini juga mengalami peningkatan dari 1,3% menjadi 4,8%.

Data-data di atas semuanya menunjukkan peningkatan. Artinya jumlah perokok semakin lama semakin banyak. Ini tentunya bisa mengancam para perokok sewaktu-waktu terhadap masalah kesehatan yang dialaminya. Semua rokok tahu bahwa merokok itu dapat merusak kesehatan. Jarang sekali didengar bahwa rokok itu mampu menjadi obat, kecuali obat untuk mati (hehehe).

Selain itu, meningkatnya jumlah para perokok aktif menjadi ancaman besar bagi perokok pasif. Lingkungan yang tercemar asap rokok dapat dengan mudah menyerang perokok pasif yang rentan terhadap udara tercemar.

Oleh karena itu, naiknya harga rokok disambut gembira oleh para perokok pasif tapi menjadi ancaman kemiskinan bagi perokok aktif. Lalu berapa harga rokok per Januari 2020?

Perkiraan daftar harga rokok 2020

Rokok Harga Lama (Rp) Harga Baru (Rp)
Marlboro Merah 23.000 26.000-27.000
Marlboro Putih 23.000 26.000-27.000
Marlboro Menthol 24.000 25.000-26.000
Marlboro Filter Black 24.000 25.000-26.000
Sampoerna Mild 21.000 23.000-24.000
Gudang Garam Filter 17.000 19.000-20.000
Djarum Super 16.000 18.000-19.000
U Mild 18.000 20.000-21.000
LA Light 19.000 21.000-22.000
Surya Pro 16.000 19.000-20.000
Magnum 16.000 18.000-20.000
Dunhill 21.000 24.000-25.000
Dji Sam Soe 17.000 17.000
Harga rokok di atas adalah harga yang dijual di warung-warung eceran. Tapi ada sebagian warung  menjual rokok di atas harga resmi seperti tertera di atas. Misalnya harga rokok Marlboro Merah ada warung yang membandrolnya seharga Rp. 30.000. 
Untuk harga rokok di minimarket biasanya lebih mahal dibandingkan harga jual di warung-warung eceran. 

Perokok dan angka kemiskinan

Para perokok aktif banyak juga yang berasal dari kalangan kelas ekonomi menengah ke bawah. Ini menjadi momok menakutkan bagi angka kemiskinan. Rokok itu sifatnya candu, dan candu akan diusahakan untuk diperoleh bagaimana pun caranya dan berapa pun harganya. Nah, kalau banyak kalangan ekonomi menengah ke bawah yang terus membeli rokok, mereka akan semakin mempertahankan kemiskinan tersebut, bahkan bisa lebih parah lagi.

Merokok ternyata membuat seseorang menjadi miskin, bahkan banyak orang miskin menjadi perokok aktif, atau merokok lebih dekat daripada kemiskinan, dan orang miskin lebih memilih untuk membeli rokok daripada kebutuhan hidup mereka. 

Pernyataan-pernyataan di atas terungkap dari paparan data tentang rokok dan kemiskinan. Sebuah survei menyebutkan bahwa 70% para perokok tergolong kepada orang miskin. Hal ini serupa seperti survei yang pernah dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017 di mana menunjukkan bahwa masyarakat miskin di kota maupun di desa memilih untuk membeli rokok dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan lain. Beras tetap menjadi kebutuhan utama, sedangkan rokok menjadi kebutuhan kedua.

Apakah perokok akan kapok?

Saya tidak begitu yakin perokok akan kapok terkait naiknya harga rokok sebesar 35% tersebut. Naiknya harga rokok tidak begitu signifikan bahkan di luar perkiraan orang-orang pada pertengahan tahun 2019. Malah isu-isu hoaks terkait naiknya harga rokok juga tidak membuat perokok ciut nyalinya.

Dari tabel perkiraan harga rokok di atas, saya melihat kenaikan harga rokok berkisar antara Rp. 1.000 sampai dengan Rp. 4.000. Ini tentu bukan harga kenaikan yang tinggi atau wah! Jadi kenaikan harga rokok seperti di atas tidak akan membuat perokok kapok. Kecuali jika harga rokok dijual di atas Rp. 50.000 per bungkusnya. Harga inilah yang akan membuat perokok benar-benar jantungan.

Jika harga rokok di atas Rp. 50.000, saya pun akan pikir-pikir kembali untuk membeli rokok. Bagaimana dengan Anda? []

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *