Membangun SDM Unggul Guna Menuju Indonesia Produktif

Membangun SDM Unggul Guna Menuju Indonesia Produktif

Kita butuh SDM unggul yang berhati Indonesia, berideologi Pancasila. Kita butuh SDM unggul yang toleran yang berakhlak mulia. Kita butuh SDM unggul yang terus belajar bekerja keras, berdedikasi (Presiden Joko Widodo)

SDM unggul menjadi kunci bagi bangsa Indonesia di masa depan. Inilah kesempatan besar bagi Indonesia untuk mewujudkan SDM unggul di berbagai bidang kehidupan. Kenapa demikian?

Secara demografi, Indonesia saat ini seperti ketiban bonus. Penduduk Indonesia lebih didominasi oleh usia-usia produktif dibandingkan dengan penduduk usia yang tidak produktif. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar di tahun 2045 bangsa Indonesia bisa dihuni oleh penduduk-penduduk yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global.

Lalu apa yang bisa dilakukan dalam membangun SDM unggul tersebut?

1. Memiliki karakter kuat dan berbudi pekerti luhur

Ini adalah langkah utama yang harus dilakukan untuk membangun SDM unggul. Penanaman karakter dan budi pekerti luhur harus dimulai sejak dini. Peran orangtua sangat penting. Sebelum anak-anak diserahkan kepada lembaga pendidikan, terlebih dahulu anak-anak harus dididik dengan baik dalam lingkungan keluarga. Selanjutnya lembaga pendidikan secara bertahap sesuai dengan tingkatan usia mulai menanamkan sikap-sikap karakter dan budi pekerti. Misalnya pada Pendidikan Dini, nilai karakter yang bisa dikembangkan meliputi sopan santun, toleransi, dan kedisiplinan. Pada tingkatan Pendidikan Dasar dapat ditanamkan nilai-nilai mandiri, percaya diri, gotong royong, dan kepedulian. Di tingkat Pendidikan Menengah anak-anak dapat diarahkan untuk mencari sumber belajar sendiri, berpikir kritis, tidak mudah termakan hoax, dan memiliki keterampilan vokasional. Dan akhirnya di Pendidikan Tinggi, anak-anak sudah mampu bekerja keras secara jujur, kolaboratif, solutif, dan entrepreneurship sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

2. Menguasai keterampilan

Persaingan global semakin ketat dan kompetitif. Generasi masa depan harus siap menghadapi segala tantangan global salah satunya adalah dengan menguasai keterampilan. Saat ini harus diakui bahwa keterampilan penduduk Indonesia masih kurang. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan disebutkan bahwa sebesar 60 persen tenaga kerja nasional hanyalah lulusan SD dan SMP. Ini tentu saja angka yang mengkhawatirkan karena kompetensi tenaga kerja lulusan SD dan SMP lebih banyak terserap di industri padat karya. Untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan SDM dan penguasaan keterampilan penduduk Indonesia, Kadin Indonesia sebagai mitra pemerintah membangun Indonesia telah melakukan beberapa kegiatan seperti Pelatihan Digital Marketing, FGD mengenai daya saing industri, Forum Internasional mengenai penggunan kendaraan listrik, dan lain-lain. Lembaga-lembaga lain juga harus bersinergi dengan pemerintah untuk membangun SDM unggul dan produktif.

3. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi

Membangun SDM Unggul Guna Menuju Indonesia Produktif
Ilustrasi perkembangan teknologi. Foto: Commons Wikipedia

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, penduduk produktif Indonesia mau tidak mau harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Pemerintah perlu membenahi level pendidikan kejuruan untuk sektor-sektor industri vital. Beberapa potensi sektor industri misalnya food and beverage, textile, automotive, electronic and chemical. Seluruh sekolah kejuruan harus dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Tenaga pengajar sekolah kejuruan juga bisa dilibatkan kalangan-kalangan profesional untuk memotivasi anak-anak agar berjiwa entrepreneurship.

4. Meningkatkan kualitas kesehatan penduduk Indonesia

Sektor kesehatan tak kalah penting untuk membangun SDM yang unggul. Namun sangat disayangkan ketika program jaminan kesehatan nasional yang digawangi BPJS mengeluarkan aturan kebijakan baru terkait kenaikan iuran asuransi. Ini tentu memberatkan bagi masyarakat kecil. Sektor kesehatan benar-benar harus dibenahi oleh pemerintah terutama pelayanan kesehatan yang pro rakyat. Di lapangan masih banyak terjadi masyarakat yang tidak dilayani dengan baik oleh tenaga kesehatan. Bagaimana bisa mewujudkan SDM unggul jika pelayanan aparatur pemerintah masih rendah?

5. Peningkatan maksimal reformasi birokrasi

Selanjutnya pemerintah perlu memaksimalkan reformasi birokrasi aparatur pemerintahannya. Seperti pada fakta di atas terkait pelayanan, ini harus diprioritaskan. Kasus-kasus di banyak daerah masih terjadi minimnya pelayanan aparatur sipil negaranya. Misalnya pelayanan pencatatan sipil yang masih ribet dan berbelit-belit, pelayanan bidang kesehatan, dan lain-lain. Ada kesan bahwa aparatur negara masih menganggap dirinya “sok berkuasa dan dibutuhkan” sehingga dia perlu “dilayani” bukannya “melayani” rakyat. Paradigma ini perlu diubah dalam reformasi birokrasi yang maksimal.

Lantas apa saja yang menjadi ancaman bagi bangsa saat ini?

Ada beberapa faktor yang menjadi ancaman bagi Indonesia guna membangun SDM unggul yang produkif. Ancaman ini masih banyak ditemui di sekitar lingkungan kita, seperti:

  1. Ancaman terhadap Pancasila 
  2. Ancaman terhadap tradisi dan kebudayaan
  3. Ancaman terhadap kearifan lokal
  4. Ancaman terhadap pertahanan dan keamanan
  5. Ancaman terhadap ekonomi
Melihat beberapa ancaman di atas, pemerintah Indonesia perlu segera untuk mengatasinya terutama ancaman terhadap ideologisme, radikalisme, dan terorisme. 

Peran Kadin untuk Indonesia Produktif

Membangun SDM Unggul Guna Menuju Indonesia Produktif
Logo Kadin Indonesia. Foto: kadin.id
Sebagai mitra pemerintah Indonesia dalam membangun bangsa, Kadin harus berperan aktif di segala sektor industri. Sesuai dengan visinya, yaitu menjadikan Kadin sebagai pilihan pertama dan utama dalam mewakili suara dan kepentingan dunia usaha, sangat jelaslah bahwa Kadin memiliki program kerja bagus untuk menumbuhkan perekonomian bangsa. Oleh karena itu, pemerintah harus mendukung penuh lembaga ini sebagai mitra penting dan tidak boleh diabaikan.
Di daerah-daerah, Kadin juga perlu didukung oleh pemerintah daerahnya dengan mengalokasikan anggaran yang transparan dan tepat sasaran. Saya yakin, Kadin Indonesia dapat mengelola anggaran dengan akuntabel dan transparan. Apalagi melihat motto Kadin Indonesia yang “Tabah, Jujur, dan Setia”. Kadin Indonesia dengan loyalitasnya yang tinggi kepada pemerintah Indonesia diyakini mampu mengambil perannya guna membangun SDM unggul untuk Indonesia produktif. 
Joko Widodo sebagai presiden kaum milenial sangat optimis untuk mewujudkan SDM unggul. Beliau pernah berkata: 

Sebagai Presiden dalam sistem presidensial yang dimandatkan konstitusi, saya mengajak kita semua untuk optimis dan kerja keras. Sayalah yang memimpin lompatan kemajuan kita bersama.

Nah, apalagi yang kita tunggu? Presiden saja optimis dan pekerja keras. Kita sebagai penduduknya juga harus optimis dan bekerja keras untuk kemajuan bangsa. []

Diolah dari berbagai sumber

0 thoughts on “Membangun SDM Unggul Guna Menuju Indonesia Produktif”

  1. Saya sependapat dengan upaya yang harus dilakukan untuk membangun SDM unggul sehingga melahirkan generasi yang produktif kedepannya, namun perlu peran Kadin yang maksimal untuk dapat merealisasisakan ini semua, sejauh ini saya lihat masih belum sesuai harapan.

    Ada aspek lain juga yang perlu diperhatikan, misalnya orientasi pelayanan kesehatan yang belum memuaskan, hal ini juga berkaitan dengan aturan yang dibuat, apalagi saat ini umumnya faskes baik tingkat pertama maupun rumah sakit menjalin kerja sama dengan BPJS sehingga sistem yang dijalankan pun harus mengacu kesana.

    Kesadaran masyarakat tentang hidup sehat juga perlu menjadi hal utama yang diperhatikan, tidak hanya pada sisi promotif saja, tetapi upaya preventif yang perlu di galakkan sebagai pondasi terciptanya hidup sehat yang melahirkan generasi unggul.

    Kita berharap kadin lebih pro aktif

  2. Terima kasih atas saran dan masukannya. Apresiasi besar saya kepada Mas Dedi atas kontribusinya.

    Saya setuju dengan pendapat Mas Dedi tentang pentingnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Memang kenyataan selama ini masyarakat belum terlalu preventif terhadap penyakit dan kesehatan. Masyarakat baru menyadari pentingnya kesehatan di saat mereka sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *