Jejak-jejak Laut Bagian 7

Sebagaimana saudaraku diciptakan sebagai rumah Tuhan, aku juga ditakdirkan demikian. Tidak jauh dari Pantai Ulee Lheue, aku berdiri anggun di bawah naungan langit. Memperindah ketegasan pantai dengan landmark yang memiliki sejarah panjang. Jika saudaraku diperuntukkan bagi orang-orang yang mengidamkan kasih… Read More »Jejak-jejak Laut Bagian 7

Jejak-jejak Laut Bagian 6

Aku adalah penyaring kopi atau orang-orang asing menyebutku sebagai barista. Namaku Ibrahim. Namun pelanggan-pelangganku biasa memanggilku Bram. “Bram, kopi satu gelas. Yang pekat, ya?” “Bram, kopi pancung  satu!” “Bram, sanger  panas!” “Bram, teh tarek  dingin!” “Bram, kupi weng!” Begitulah pesanan-pesanan… Read More »Jejak-jejak Laut Bagian 6

Jejak-jejak Laut Bagian 5

Gadis berhijab (gambar: pexels.com) Aku datang dari Makassar ke Aceh karena sebuah janji pada kakekku. Sebelum meninggalkan dunia ini, kakekku ingin sekali pulang ke Aceh untuk melihat tanah kelahirannya. Bahkan ketika tsunami melanda Aceh, kakekku pun tidak bisa kembali Aceh… Read More »Jejak-jejak Laut Bagian 5

Jejak-jejak Laut Bagian 4

Mesjid Raya Baiturrahman di masa-masa awal (gambar: indonesiakaya.com) “Masjid ini dibangun dengan darah!” kata Muhsin pada Nadia yang tampak sibuk memotret bagian-bagian tubuhku. “Bagaimana bisa?” Nadia bertanya penuh takjub. Ada nada penasaran yang menyelimuti benaknya. Bagaimana mungkin sebuah masjid dibangun… Read More »Jejak-jejak Laut Bagian 4

Jejak-jejak Laut Bagian 3

Tidak pernah aku menyangka sebuah perencanaan yang telah kupersiapkan, ternyata Tuhan tidak memuluskan rencanaku itu. Hancur sudah sebuah kehidupan yang baru saja kuawali. Sebuah pernikahan telah dipisahkan oleh kematian. Padahal baru sehari saja aku merasa telah menjadi seorang raja. Duduk… Read More »Jejak-jejak Laut Bagian 3

Jejak-jejak Laut Bagian 2

Siapalah aku ini di mata Tuhan. Hanya seonggok tanah yang tertimbun di atas bebatuan nisan berukir. Mungkin di dalamnya telah bersemayam jasadku yang tinggal tulang belulang. Mungkin sudah tak utuh lagi. Aku terpaku di pinggir pantai yang indah. Tempat bertemunya… Read More »Jejak-jejak Laut Bagian 2